Perjuangan Melalui Diplomasi Menghadapi Belanda

Kontak Diplomasi Menghadapi Belanda

kontak diplomasi menghadapi belanda
freepik.com

1. Pada Tanggal 1 Novembar 1945, pemerintah RI mengeluarkan maklumat. Apa isinya ? 
Jawab : 
menghendaki pengakuan kedaulatan dari pihak Inggris dan Belanda.

2. Apa tindak lanjut dari Maklumat 1 November 1945 ?
Jawab :
Kabinet Syahrir mengadakan kontak diplomatik dengan pihak Inggris dan belanda.

3. Bagimana tanggapan Inggris , terhadap upaya diplomatic Indonesia yang menghendaki pengakuan kedaulatan dari pihak Inggris dan Belanda.?
Jawab :
Inggris yang ingin segera menyelesaikan tugasnya di Indonesia mengirimkan Sir Archibald Clark Kerr sebagai duta istimewa ke Indonesia untuk menjadi penengah dalam pertikaian antara Belanda dan Indonesia.

4. Bagaimana tanggapan Belanda , terhadap upaya diplomatic Indonesia yang menghendaki pengakuan kedaulatan dari pihak Inggris dan Belanda.?
Jawab :
Pihak Belanda menunjuk Dr.H.J van Mook sebagai wakilnya. Perundingan dimulai pada tanggal 10 Februari 1946.

5. Dalam pertemuan antara Indonesia-Belanda, yang ditengahi oleh Inggris, bagaimana sikap politik Belanda ?
Jawab :
Wakil Belanda van Mook menyampaikan peryataan politik pemeritah Belanda yang mengulangi pidato ratu Belanda pada tanggal 7 Desember 1942. Isi pokoknya sebagai berikut.
1) Indonesia akan dijadikan negara persemakmuran berbentuk federasi yang memiliki pemerintahan sendiri didalam lingkungan kerajaan Belanda.
2) Masalah dalam negeri diurus oleh Indonesia, sedangkan urusan luar neheri diurus oleh pemerintah Belanda.
3) Sebelum dibentuk negara persemakmuran akan dibentuk pemerintahan peralihan selama 10 tahun.
4) Indonesia akan dimasukan sebagai anggota PBB.

6. Bagaimana respon sebagian masyarakat Indonesia menanggapi peryataan politik pemeritah Belanda, yang disampaikan melalui Van Mook ?
Jawab :
1. Gabungan organisasi yang menamakan diri “persatuan perjuangan” yang melakukan oposisi terhadap kabinet Syahrir., berpendapat bahwa perundingan hanya dapat dilakukan atas dasar pengakuan 100% terhadap republik Indonesia.
2. Mayoritas suara pada sidang KNIP di Solo tanggal 28 Februari – 2 Maret 1946 menentang kebijaksanaan Perdana Mentri Syahrir.


7. Apa akibat kuatnya tekanan oposisi terhadap cabinet Syahrir ?
Jawab :
Syahrir menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden.

8. Mengapa setelah menyerahkan mandate kepada Presiden, Syahrir kembali menjadi Perdana Menteri ?
Jawab :
Karena Presiden soekarna kembali menunjuk Sultan Syahrir menjadi formatur kabinet , sehingga ia kembali menjabat sebagai sebagai Perdana Menteri.

9. Bagiaman usulan balasan dari pemerintah, terkait dengan pernyataan politik pemerintah Belanda tersebut ?
Jawab :
Pemerintah RI. Menyampaikan usulan balasan yang terdiri dari 14 pasal, antara lain sebagai berikut.
1) Republik Indonesia harus diakui sebagai negara yang berdaulat penuh atas wilayah bekas Hindia Belanda.
2) Pinjaman-pinjaman Belanda sebelum tanggal 8 Maret 1942 menjadi tanggungan pemerintah RI.
3) Federasi Indonesia-Belanda akan dilaksanakan dalam masa tertentu dan mengenai urusan luar negeri dan pertahanan diserahkan kepada suatu badan federasi yang terdiri atas orang Indonesia dan Belanda.
4) Tentara Belanda segera ditarik dari Indonesia dan jika perlu diganti dengan tentara repunlik Indonesia.
5) Selama perundingan berlangsung semua akssi militer harus dihentikan.

10. Bagaiamama tanggapan pihak Belanda terhadap usulan balasan dari pemerintah RI ?
Jawab :
Belanda tidak dapat menerima usulan balasan pemerintah RI.
Van Mook mengatakan bahwa RI hanya Jawa saja dalam rangka pembentukan
Negara serikat (federal) dalam lingkungan kerajaan Belanda.
Wakil-wakil dari semua wilayah dan golongan akan berkumpul untuk menentukan pemerintahan negara Indonesia yang akan datang.

11. Bagaimana tanggapan pemerintah RI terhadap tanggapan balasan Belanda ?
Jawab :
Tanggal 27 Maret 1946, Sutan Syahrir memberikan jawaban yang disertai dengan konsep-konsep persetujuan, yakni sbb :
1) Supaya Belanda mengakui kedaulatan de facto RI atas Jawa dan Sumatera.
2) Supaya RI dan Belanda bekerja sama membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).
3) Republik Indonesia Serikat bersama dengan Belanda, Suriname, dan Curacao menjadi anggota dalam suatu ikatan kenegaraan Belanda.

12. Dengan usulan balasan sutan Syahrir tersebut, kedua belah pihak telah saling mendekati dengan perantaraan Clark Kerr, Ini ditindak lanjuti dengan apa ?
Jawab :
Perundingan di Hooge Veluwe (Belanda).

13. Bagaimana tanggapan Belanda terhadap konsep perundingan yang diusung oleh Syahrir-van-Mook-Sir Archibald Clark Kerr di Jakarta ?
Jawab :
1. Belanda menolak konsep yang diajukan Syahrir-van-Mook-Sir Archibald Clark Kerr, terutama mengenal usul pengakuan de facto kedaulatan RI atas Jawa dan Sumatera.
2. Belanda hanya bersedia memberikan pengakuan kedaulatan RI atas Jawa dan Madura saja. Itupun masih dikuarangi daerah-daerah yang telah diduduki oleh sekutu.
3. RI masih menjadi bagian dari Kerajaan Belanda.

Kesimpulannya : Perundingan yang berlansung 14-25 April 1946 itu mengalami kegagalan.

Reaksi Terhadap Strategi Diplomasi

1. Ketika kabinet Syahrir I jatuh dalam sidang KNIP di Solo pad bulan Februari 1946, Persatuan Pejuangan (PP) sebenarnya mengharapkan Tan Malaka ditunjuk sebagai formatur kabinet sesuai dengan mayoritas suara dalam KNIP. Namun, Presiden dan Wakil Presiden menunjuk sutan Syahrir kembali , mengapa demikian ?
Jawab :
karena kebijakan politik Syahrir sesuai dengan garis politik Soekarno-Hatta, khususnya mengenai strategi diplomasi.sedangkan Tan Malaka yang diusulkan PP lebih memilih konfrontasi total terhadap Belanda.

2. Pada masa pemerintaha kabinet Syahrir II, PP terus melakukan oposisi. Apa dampaknya ? 
Jawab :
Pemerintah mulai mencurigai kelompok Tan Malaka, sehingga pada tanggal 17 Maret 1946, beberapa tokoh politik dari PP ditangkap.

3. Apa tujuan Pemerintah melakukan penangkapan terhadap tokoh-tokoh PP ?
Jawab :
Untuk mecegah bahaya yang lebih besar.

4. Siapa tokoh-tokoh PP yang ditangkap oleh pemerintah kabionet Syakrir ?
Jawab :
Tan Malaka, Sukarni, Abi Kusno Tjokrosujoso, Chairul Saleh, Muh. Yamin,Suprapto dan Wondoamiseno.

5. Apa akibat penangkapan tokoh-tokoh PP ?
Jawab :
Akibatnya kegiatan PP praktis lumpuh.

6. Pergolakan politik dalam negeri RI merupakan kesempatan bagi Belanda untuk melakukan tekanan politik dan militer terhadap Indonesia. Tekanan politik dilakukan dengan tindakan apa ?
Jawab :
Diadakannya konferensi Malino pada tanggal 15-25 Juli 1946.

7. Apa tujuan diadakannya Konferensi Malino ?
Jawab :
1. Untuk membentuk negara-negara bagian di daerah yang baru diserah terimakan oleh Inggris dan Australia.
2. Negara-negara bagian itu akan dijadiakn alat untuk memaksa pemerintah RI apabila menyetujui pembentukan negara federasi sebagaimana yang diusulkan Belanda.

0 Response to "Perjuangan Melalui Diplomasi Menghadapi Belanda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel