Pengertian Cerpen, Ciri - Ciri Cerpen dan Contoh Cerita Pendek Bahasa Indonesia Lengkap

Pengertian Cerpen, Ciri - Ciri Cerpen dan Contoh Cerita Pendek Bahasa Indonesia Lengkap

Pengertian Cerpen, Ciri - Ciri Cerpen dan Contoh Cerita Pendek Bahasa Indonesia Lengkap

Pengertian Cerpen

Cerpen atau biasa disebut cerita pendek adalah sebuah karangan yang berbentuk prosa naratif fiktif. Cerpen memiliki struktur yang singkat padat jelas. Cerpen juga merupakan jenis karya sastra yang dapat bercerita tentang kehidupan sehari hari, cerpen dapat juga bercerita tentang cinta dan contoh lainya. Cerpen memiliki jumlah kata yang kurang dari 10.000 kata atau kurang lebih 10 halaman.

Ciri - Ciri Cerpen


  1. Jumlah kata kurang dari 10.000
  2. Bercerita tentang inti dari cerita dan tidak menggambarkan cerita para tokohnya (secara umum)
  3. Biasanya bercerita tentang kehidupan sehari hari/cerpen kehidupan sehari hari singkat
  4. Tokoh mengalami masalah dan sampai penyelesaiannya
  5. Terdiri dari satu alur cerita
  6. Penokohan masih secara umum dan sederhana

Contoh Cerita Pendek Bhs Indonesia Lengkap

Ini merupakan tugas membuat cerpen saya ketika kelas XI SMA, cerpen ini saya tulis untuk memenuhi kewajiban tugas Bahasa Indonesia.

“Hitam Putih Sama Saja”
Oleh : Tofik Adri Purnawan

Ketika sang surya bersembunyi di balik awan, dengan iringan sayub-sayub angin dan rintik hujan sudah mulai berjatuhan, dari kejauhan terlihat pemuda lumayan tinggi dengan wajah khasnya yang bernama Rus sedang berdiri di depan rumah Adi memakai baju tim sepak bola berwarna biru dan tas berisi sepatu yang dibawanya.

Adi dan Rus merupakan sahabat sejati yang selalu ada ketika mereka saling membutuhkan, Adi juga seorang anak pertama dari dua bersaudara pasangan ketua RT setempat, dan juga memiliki adik perempuan yang cukup cantik yang baru duduk di bangku SMP kelas IX. Ibunya sangat sayang kepadanya karena sifat mereka yang cukup patuh kepada orang tua, walaupun kadang sifat Adi yang sedikit ceroboh terhadap sesuatu yang dilakukanya.

Kebersamaan antara Adi dan Rus hampir tidak dapat dipisahkan oleh jarak dan waktu, dimanapun mereka berada dan kapanpun mereka ada selalu hampir berdua. Hobi mereka sama yaitu sepak bola, sehingga tidak ada yang tidak mungkin ketika mereka bermain bersama mengundang tepuk tangan dari para penonton karena kerja sama yang cukup apik. Mereka berlatih bersama di satu klub desa setempat, yang dilatih oleh guru SMP yang cukup berpengalaman dan tidak diragukan lagi dalam melatih sepak bola.

Ketika Adi tiba di depan rumah setelah pulang sekolah dengan tubuh yang seakan-akan andai dapat berbicara mungkin tubuhnya berteriak karena kelelahan.
“Kamu baru pulang sekolah apa ad? “ kata Rus sambil berjalan mendekati Adi.
“Iya ini aku baru pulang, kamu udah nunggu lama ya? maaf ya?.”
“Ya ngga apapa, yaudah sana kamu ganti baju dulu sekarang kan sudah sore.”
Rus menyuruh Adi untuk berganti pakaian karena hari sudah semakin sore, jam menunjukan pukul 15.50 padahal pertandingan akan dimulai pukul 16.15. Lalu Adi langsung masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang dan langsung melepas sepatu untuk bergegas berganti pakaian. Walaupun perut sudah mulai keroncongan tapi hal itu hampir tidak dipedulikanya karena waktu yang sudah mulai mendekat dimulainya pertandingan.

“Bu, baju biru yang kemarin dipakai main bola dimana ya?, tadi pagi udah disetrika terus ditaruh di atas kasur, tapi kok ngga ada?”
Tanya Adi kepada Ibunya dengan raut muka yang menggambarkan betapa tergesa-gesanya Ia.
“Oooh, baju yang itu udah ibu masukin ke dalam lemari tadi.”
Adi langsung masuk kamar melepas pakaian dan mengambil baju biru yang ada di dalam lemari. Selesai berganti Adi langsung keluar rumah membawa sepatu bola.
“Ayo Rus kita berangkat waktu sudah sore takutnya terlambat.”
 “Iya ayo cepat!.”

Plek, plek, plek, suara khas sandal dages dengan cepat selalu terdengar sepanjang jalan layaknya orang sedang lomba jalan cepat. Ketika dalam perjalanan  menuju ke lapangan tiba-tiba dari kejauhan di kebun terdengar suara “bleeeeeeeeeg” Mereka berdua langsung lari menuju sumber suara tersebut, ketika sedang berlari terdengar suara minta tolong “Tolong-tolong” yang sumber suara itu berasal dari dekat pohon kelapa, sampai di tempat kejadian itu ternyata orang terjatuh dari pohon kelapa. Mereka berdua juga ikut berteriak minta tolong sambil menolong korban yang terjatuh, kemudian ada beberapa orang datang untuk menolong dan langsung memanggil mobil untuk membawa korban yang diketahui namanya yaitu Pak Miskun ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan pertama karena tulang tangan ada yang patah dan tampak dari luar tepat di persendian pergelangan tangan.
Selepas dari menolong korban mereka hampir lupa padahal mereka akan melakukan pertandingan lanjutan kompetisi “Pitulasan Cup” karena mungkin mereka sedikit trauma dengan kejadian yang berlangsung baru saja.

Hari sudah menunjukan semakin sore, dan mereka belum juga tiba di lapangan karena dalam perjalanan ada sedikit halangan. Ketika Hampir sampai di lapangan, Adi merasa ada yang tertinggal dan Ia mengecek di dalam tas, ternyata benar, kaos kaki milik Adi yang sebelah tertinggal. Karena sudah dekat dengan lapangan sehingga Adi menyuruh Rus untuk melanjutkan perjalanan ke lapangan saja dan Ia segera bergegas pulang untuk mengambil kaos kaki putih yang tertinggal.
Sesampainya di rumah Adi langsung mencarinya, tapi tak urung ketemu juga, akhirnya Ia bertanya pada ibunya.
“Bu, kaos kaki yang warna putih sih dimana? Dari tadi tak cariin ngga ada.”
“Lah tadi tak kira udah dibawa ke lapangan.”
“Belum bu, tadi yang dibawa cuma satu yang satunya ngga kebawa.”
“Coba cari lagi di dalam lemari, paling juga nyarinya kurang teliti.”
Ibunya menyuruh untuk mencari lagi karena siapa tahu Adi yang kurang teliti karena tergesa-gesa dalam mencari.
“Udah dicari lagi bu tapi ngga ada, yang ada cuma yang warna hitam”
“Yang putih jatuh kali di jalan, apa kamu yang lupa naruhnya kali?”
“Engga kok bu tadi waktu pulang sambil nyari juga ngga ada, kalau lupa naruhnya sih kayanya ngga mungkin, waktu itu kan yang melipat baju sama kaos kaki segala kan adik.”
“Ya coba tanya sana sama adik kamu.”
“Adik kan ngga dirumah bu lagi main belum juga pulang.”

Dengan perasaan cemas Adi terus mencari sambil di bantu ibu, walaupun tidak ketemu juga.
“Yaudah mending daripada kamu telat pertandinganya lebih baik pakai kaos kaki yang warna hitam aja dulu kan ngga papa, nanti yang warna putih ibu tanyakan sama adik kamu.”
“Iyaya bu aku kelapangan dulu bawa yang hitam.”
Aku langsung menuju ke lapangan dengan membawa kaos kaki hitam karena kaos kaki yang warna putih belum juga ketemu.

* * *

Tak berselang lama adik pulang karena waktu sudah sore, dan Ibu langsung menanyakan masalah kaos kaki.
“Dek, kaos kaki kakak yang warna putih kemarin kamu yang naruh di lemari ya?”
“Iya bu kenapa sih bu?.”
“Kakak kamu nyari dari tadi belum ketemu.”
“Padahal udah ditata rapi loh bu, yang putih sama yang putih, terus yang hitam sama yang hitam, kakak yang ngambil terus lupa ditaruh dimana kali bu?”
“Ibu juga ngiranya begitu, tapi kakak kamu tetap bersikeras kalau dia tidak lupa naruhnya.”
“Ya coba kita cari di jalan aja yuk bu? Siapa tau jatuh waktu berangkat ke lapangan.”
Mereka akhirnya ikut mencari kaos kaki putih yang akan dipakai Adi saat pertandingan hari ini. Mereka berdua berangkat ke lapangan dengan berjalan melewati jalan pintas dekat kebun, lebih tepatnya melewati pohon kelapa tempat orang terjatuh tadi. Ketika berada di dekat pohon kelapa tiba-tiba adik melihat sesuatu berwarna putih.
“Bu, Adik lihat putih-putih kayanya itu kaos kaki yang tadi dicari kakak loh bu?”
“Mana? Ibu tidak lihat apa-apa?”
“Itu bu dekat pohon kelapa!”
“Coba kamu ambil?”
Adik pun langsung mengambil dan ternyata itu benar kaos kaki yang di cari kakak, dan Adik lalu membawanya ke lapangan.

* * *

Mungkin karena Adi berangkatnya sambil mencari kaos kaki, ketika Adik dan Ibu sampai di lapangan, ternyata Adi belum sampai di lapangan. Tak berselang lama akhirnya Ia sampai juga di lapangan.
“Kamu kemana aja sih kok Ibu yang sampai duluan di lapangan?”
Tanya ibu dengan perasaan khawatir, karena pertandingan sudah memasuki pertengahan babak ke 2 namun Adi belum sampai juga dilapangan.
“Aku berangkat sambil mencari kaos kaki tadi bu.”
“Ya sudah kamu cepat pakai sepatu sebelum pertandinganya usai.
Adi langsung memakai sepatu, ketika Adi sedang memakai sepatu pak pelatih menghampiri.
“Kenapa kamu telat?, cepat pakai sepatunya tim kita sudah kalah 2-1 kamu malah baru datang.”
“Maaf pak, tadi cari kaos kaki yang warna putih tapi ngga ketemu-ketemu, ternyata jatuh di jalan waktu aku nolong orang jatuh dari pohon.”
“Emang kamu cuma punya kaos kaki sepasang ya?”
“Engga juga pak, aku punya satu lagi tapi warna hitam.”
“Lah kenapa kamu tidak memakainya? padahal kan kaos kaki putih maupun hitam sama saja, itu lihat Bagus saja memakai kaos kaki hitam.”
“Maaf pak aku kira harus memakai kaos kaki putih yang semuanya seragam kaya pemain timnas Indonesia U-19”
“Lah ini kan hanya kompetisi tingkat desa bukan kompetisi nasional, jadi peraturan ya seadanya tidak muluk-muluk”
“Iyaaa maaf pak, aku tidak tahu sebelumnya”
“Sudah!! Kamu pemanasan dulu sana, 3 menit lagi saya masukan kamu menggantikan nomer 14”
Adi pun melakukan pemanasan ringan karena waktu yang diberikan oleh pak pelatih cukup singkat. Akhirnya Adi pun dimasukan ke dalam lapangan menggantikan nomer 14 yang terlihat cukup kelelahan. Tak butuh waktu lama bagi Adi untuk menciptakan sebuah gol penyama kedudukan menjadi 2-2. Gol tersebut tercipta dari kerjasama yang cukup indah dari Rus dan Adi , dan penonton riuh menyambut gol tersebut.

Pertandingan pun berakhir imbang 2 sama, dan dilanjutkan ke babak adu pinalti, dalam babak adu pinalti tersebut akhirnya Adi menjadi penentu kemenangan 4-3 setelah mencetak gol sebagai penendang terakhir. Pak pelatih yang awalnya kecewa terhadap Adi akhirnya ikut bergembira bersama pemain lain dan merayakan kemenangan bersama, sampai terdengar bunyi adzan dan mereka semua membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

0 Response to "Pengertian Cerpen, Ciri - Ciri Cerpen dan Contoh Cerita Pendek Bahasa Indonesia Lengkap"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel